inovasi-teknologi

CITCOM CONNEXT 2025: Membedah Masa Depan AI di Indonesia Bersama Para Ahli

Kamis, 24 April 2025 | 18:24 WIB
Acara CITCOM CONNEXT 2025 di Bandung, pada 22 April 2025. ((Dok. CITCOM CONNEXT 2025))

"Inovasi terbaik itu lahir dari partisipasi masyarakatnya sendiri. Kita butuh kerja sama yang solid antara pemerintah, komunitas, akademisi, dan pelaku industri," begitu katanya.

Yang Perlu Kita Waspadai

Tapi wait, pengusaha-pengusaha kita juga punya concern nih. Soegiharto Santoso dari APTIKNAS ngingetin kita soal potensi "kebocoran" data ke luar negeri.

Dia ngasih contoh yang menarik soal QRIS. "Bayangin aja, QRIS itu nyimpen banyak data transaksi dan pola konsumsi kita. alau sampai ada yang mau ganti sistem ini dengan sistem dari luar, data kita bisa bocor dong," jelasnya.

Baca Juga: Waduh! Anak SD Bakal Belajar AI dan Coding, Ini Bocoran 3 Kurikulum Baru dari Mendikdasmen!

Dia juga khawatir kalau nanti produk AI buatan Indonesia malah dijual ke luar negeri cuma gara-gara duit.

Sabrang, yang jago banget soal AI dan filsafat dari Symbolic.id, ngejelasin hal yang bikin kita mikir. Menurutnya, makin simpel kerjaan seseorang, makin gampang digantikan sama AI.

"Cleaning service mungkin bakal lebih cepat kegantikan dibanding CEO. Tapi sekarang AI udah mulai bisa handle kerjaan yang kompleks juga lho," ungkapnya.

AI di Dunia Bola? Bisa Dong!

Nah, yang seru nih! CEO Persib Bandung, Adhitia Herawan, ternyata udah pake AI buat analisis tim!

"Kita punya kamera yang rekam semua gerakan pemain secara real time. Tau nggak kenapa Persib sering main lebih bagus di babak kedua? Itu karena AI kita nganalisis semua data, mulai dari detak jantung sampai arah passing pemain," ceritanya dengan semangat.

Soal Aturan Main

Martyn Terpilowski ikutan nimbrung dengan pandangan yang optimis. Dia yakin AI bakal cuma gantiin kerjaan yang emang nggak diminati manusia.

Baca Juga: Kampanye Kekinian: AI Jadi Senjata Rahasia Politisi, Voxyours Harus Tau!

Tapi dia juga ngomongin tantangan yang ada: gimana caranya bikin regulasi yang friendly buat investor, khususnya di bidang AI.

"Indonesia harus fokus ke inovasi, dan pemerintah wajib support. Investor itu butuh jaminan kalau bisnis mereka bisa bertahan lama. Sekarang ini aturannya masih bikin investor mikir dua kali, beda sama Vietnam yang lebih welcome. Liat aja Intel, udah invest gede-gedean di sana," jelasnya.

Intinya, CITCOM CONNEXT 2025 ini jadi bukti kalau Indonesia serius banget nyambut era AI. Dari pemerintah sampai klub bola, semua sepakat kalau AI bakal ubah cara kita kerja dan hidup.

Yang penting, kita harus pinter-pinter manfaatinnya sambil tetep waspada sama risikonya.***

Halaman:

Tags

Terkini