Hybrid Electric Vehicle (HEV):
Jenis mobil listrik ini menggunakan kombinasi mesin bensin dan baterai.
HEV memiliki jarak tempuh yang lebih pendek dibandingkan BEV, namun lebih mudah untuk mengisi ulang dayanya.
Contohnya Toyota Corolla Cross Hybrid.
Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV):
Jenis mobil listrik ini mirip dengan HEV, namun memiliki baterai yang lebih besar dan dapat diisi ulang dengan menggunakan colokan listrik.
PHEV memiliki jarak tempuh yang lebih jauh dibandingkan HEV dalam mode elektrik. Contohnya Mitsubishi Outlander PHEV.
Baca Juga: Kelebihan dan Kekurangan Mobil Listrik: Pertimbangan Penting untuk VoxYouths
Tantangan dan Peluang Mobil Listrik di Indonesia:
Meskipun memiliki banyak manfaat, adopsi mobil listrik di Indonesia masih menghadapi beberapa tantangan, seperti:
Harga yang relatif tinggi:
Harga mobil listrik masih tergolong mahal dibandingkan mobil bensin.
Contohnya, Hyundai IONIQ 5 dibanderol dengan harga mulai dari Rp 600 jutaan.
Infrastruktur pengisian daya yang belum memadai:
Jumlah stasiun pengisian daya mobil listrik di Indonesia masih terbilang sedikit.
Saat ini, terdapat sekitar 200 stasiun pengisian daya di seluruh Indonesia.